Karya Ilmiah Akhir Ners
Pengaruh Mengunyah Buah Mentimun(Cucumis Sativus L) terhadap Debris Indeks pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara
Debris merupakan endapan kotoran yang sifatnya lunak yang berwarna kekuning kuningan dapat ditemukan di dalam ronga mulut karena kurang terjaga kebersihan debris berasal dari makanan yang mengalami liquifikasi oleh enzim bakteri dan akan bersih selama 5–30 menit setelah makan, mengunyah buah mentimun sangat baik untuk kesehatan gigi karena kandungan air dan serat yang terdapat didalamnya, vitamin C yang terdapat di dalam mentimun selain berguna untuk mencegah sariawan, dan menyehatkan gusi, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh mengunyah buah mentimun terhadap debris indeks pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Likupang Timur.
Penelitian ini mengunakan metode quasi eksperimen dengan desain pre test dan pos test. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2025 di SMP Negeri 1 Likupang timur dengan jumlah sampel yaitu 46 responden. Instrument penelitian ini menggunakan alat diagnosa set, format pemeriksaan debris indeks, dan mengunakan bahan yaitu buah mentimun, data yang diperoleh ditabulasi dan di uji menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil penelitian menunjukan bahwa rata rata debris indeks sebelum mengunyah buah mentimun 2,28 dan rata-rata debris indeks sesudah mengunyah buah mentimun 0,60. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji wilcoxon didapatkan bahwa nilai p=0,000 (0,000 < 0,05) ada perbedaan yang bermakna mengunyah buah mentimun sebelum dan sesudah mengunyah buah mentimun terhadap debris indeks, bahwa dapat disimpulkan mengunyah buah mentimun dapat menurunkan debris indeks