Karya Tulis Ilmiah
Pengaruh Berkumur Rebusan Jahe Merah terhadap pH Saliva pada Mahasiswa Tingkat I Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Manado
Permasalahan gigi dan mulut yang paling sering dialami masyarakat adalah karies, terjadinya karies dapat disebabkan oleh beberapa factor antara lain jumlah aliran saliva dan tingkat keasaman saliva. Rebusan jahe merah yang digunakan sebagai obat kumur diyakini dapat menjadi alternatif alami dalam membantu mempertahankan keseimbangan saliva, jahe merah juga mengandung minyak atrisi yang dapat memberi aroma tajam sehingga meningkatkan kecepatan sekresi saliva. Jahe merah sangat mudah didapatkan, ada yang dijual dipasar atau jalanan dan ada juga dijual dalam bentuk kemasan yang ada disupermarket. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berkumur rebusan jahe merah terhadap pH saliva.
Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan rancangan One-Group pretest-postest, penelitian ini dilaksanakan pada minggu ke tiga bulan Mei 2025 diklinik Jurusan Kesehatan Gigi, sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 68 responden. Teknik pengambilan sampel dengan metode total populasi hasil pemeriksaan dicatat pada format penelaian pH saliva. Analisa data menggunakan uji statistic Wilcoxon.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat 62 sampel terjadi peningkatan dari nilai pre test ke post test. Mean ranks 30.50 sedangkan jumlah sum of ranks 1830.00 nilai P=0,000 (0,000