Karya Tulis Ilmiah
Perbedaan Menyikat Gigi Menggunakan Bulu Sikat Soft dan Medium Terhadap Penurunan Debris Indeks pada Siswa/Siswi Kelas VII SMP Negeri 7 Manado
Kebersihan gigi dan mulut dapat dilihat dari kondisi gigi yang tidak terdapat sisa makanan atau deposit lunak yang menempel pada gigi (debris). Pengukuran kebersihan gigi dan mulut dapat dinilai dengan alat ukur debris index. Tingkat kebersihan gigi dan mulut dapat berubah dengan adanya kebiasaan menyikat gigi 2 kali sehari. Menyikat gigi adalah salah satu cara umum yang dianjurkan dalam membersihkan seluruh deposit lunak dan plak pada permukaan gigi dan gusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan menyikat gigi menggunakan bulu sikat soft dan medium terhadap penurunan debris indeks pada Siswa/siswi Kelas VII SMP Negeri 7 Manado.
Metode penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment untuk mengetahui apakah ada perbedaan antar variabel. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2025 di SMP Negeri 7 Manado. Jumlah populasi sebanyak 297 orang, besar sampel ditentukan dengan menggunakan rumus slovin dengan metode purposive sampling yaitu 75 orang, dan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sampel yang didapat dalam penelitian berjumlah 72 orang. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Instrumen penelitian ini menggunakan alat diagnosa serta format penilaian debris indeks.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sebelum menyikat gigi menggunakan bulu medium 1,59 dan sesudah 0,42, terdapat rata-rata penurunan debris indeks sebesar 1,17. Sedangkan sebelum menyikat gigi menggunakan bulu soft 1,08 dan sesudah 0,39, terdapat debris indeks penurunan sebesar 0,69. Berdasarkan analisa menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan ada perbedaan yang bermakna secara signifikan dilihat dari nilai P = 0,000 (0,000 < 0,05). Kesimpulan berarti menyikat gigi menggunakan bulu sikat soft dan medium ada perbedaan terhadap penurunan debris indeks.